6 hari travelling dijogja untuk mengobati stress😅
Pada bulan januari keluarga besar randu dongkal mengadakan kegiatan rutin satu tahun sekali yaitu santunan orang yatim. Berdasarkan musyawarah anggota, kali ini akan diadakan di kota gudeg yaitu Jogja. Setelah agenda santunan biasanya kami berwisata kebeberapa tempat juga.
Hari pertama, keluarga kecil saya berangkat lebih awal dari rombongan yang lain. Kami harus membantu persiapan di Jogja untuk pasang tenda, sewa kasur dan belanja aneka macam kebutuhan untuk menyambut rombongan lain yang akan datang. Sekitar pukul 04.30 kami sudah siap didepan rumah, menunggu kendaraan sewa yang akan mengantar kami ke stasiun senin. Terlihat sekali wajah bahagia anak anak untuk segera naik kereta.😉
"Ummiii, ayahhhh mana mobilnya gak dateng dateng lama banget? Tanya kakak.
"Sabar ya nak, supirnya gak bisa ditelpon". jawab ayah
"Cancel aja gimana yah, waktu dah mepet banget ini?, kereta berangkat jam 06.00 pagi. Ummi melihatkan jam tangannya keayah.
" baiklah, cancel saja kita ganti mobil lagi". Ayah memesan mobil lain lewat hp.
"Alhamdulillah dapet, itu sudah datang". Kata ayah sambil menunjuk dari arah mobil datang.
"Ayukkkk segera nak masuk mobil, tasnya biar dinaikain ayah". Kata ummi
Semua masuk mobil dan berangakat menuju stasiun. Ayah duduk didepan samping supir. Saya dan anak anak duduk dibelakang.
" yah gimana ini kekejar gak ya kereta?, berangkat jam 06.00 lagi?. Tanya ummi
"Sabar ya mi, ini lagi diusahain sama bapak supir biar agak cepet jalannya".
Selama diperjalanan saya dan suami lebih banyak diam. Rasa khawatir pun menyelimuti kami. Sesekali suami melihat saya yang duduk dibelakang dan menganggukkan kepala. "Tenang mi, doa aja". Kata suami. Terbersit dalam pikiran gimama ini kalau nanti macet didepan, ya allah mana tiba tiba hujan deras, apa bisa kekejar ya kereta?😔
Baru kali ini saya merasakan arti dari sebuah perjalanan yang menegangkan. Perjalanan yang biasanya hanya ditempuh dengan waktu 1 jam, tapi terasa sangat lama dan tidak sampai sampai ke stasiun, padahal mobil berjalan sangat cepat ditengah hujan yang turun sangat deras. Duduk tidak nyaman, pikiran bercabang kemana mana, khawatir ketinggalan kereta dan khawatir juga dengan kondisi mobil yang terus melaju sangat kencang dengan kondisi jalanan yang licin.
Alhamdulillah sampai juga kami di stasiun senin, pas sekali hujan baru saja reda. Ayah langsung berlari ke loket penukaran karcis dan saya dengan anak anak langsung mengantri dipintu masuk penumpang.
Sayapun melihat ke arah jam besar yang menempel didinding ruang tunggu kemudian ke papan keberangkatan. Tak ada nama kereta Progo disana. Terlihat petugas yang berjaga mengganti papan dengan nama kereta selanjutnya. Kaki ini terasa lemas tak kuat rasanya berdiri dalam antrian. Anak anak terlihat sekali kebingungan. Saya pun berusaha menenangkan anak anak, meskipun saya sendiri sedang tidak nyaman dengan kondisi saat itu. Akhirnya sayapun memberanikan diri bertanya dengan bapak petugas yang jaga.
" maaf bu kereta baru saja berangkat".kata bapak petugas kereta.
" ya Allah benar pakkkk, oh tidakkk.. kami ketinggalan kereta".
"Maaf bu baru saja pukul 06.00 tepat berangkat".
Dua kaki saya selonjorkan dikursi ruang tunggu penumpang dan tarik napas. Sesekali melihat anak anak dan meyakinkan mereka agar tidak panik.
"Maaf ya nak, mi kita ketinggalan kereta sudah berangkat satu menit yang lalu kata petugas loket". Ayah datang dari arah penukaran tiket kekursi tunggu penumpang tempat kami duduk.
"Alhamdulillah ini dapat kereta selanjutnya, kita tunggu 2 jam gakpapa ya?, pas banget rejeki tinggal 4 kursi".
Masyaallah, semua rasa berkecamuk dalam pikiran antara rasa kecewa, bahagia, terharu dan bersyukur
bisa sampai distasiun. Terpikir juga mobil yang jalannya super ngebut ditengah ujan yang deras dan Allah SWT masih berikan keselamatan dan jinkan kami untuk ikut kereta selanjutnya.
@@@
08.00 wib kereta berangkat dari Stasiun Senin menuju Stasiun Tugu Jogjakarta. Dalam waktu yang singkat kamipun pecah tawa. Anak anak senang sekali menikamati pemandangan diluar. Sepanjang kereta melaju, terlihat hamparan hijau pohon dan sawah menyejukkan mata dan menangkan jiwa, apalagi sebelumnya turun hujan. Terasa sekali suasana bahagia dan kebersamaan saat itu.
Hari kedua,
suasana dan rasa yang berbeda saya rasakan ketika bangun pagi. Rasa lelah masih sedikit terasa dibadan, sedikit susah untuk digerakkan dari tempat tidur. Ternyata saya sengaja tidak dibangunkan, karena memang kebetulan sedang datang bulan😊 .
Saat berjalan keluar kamar ternyata sudah banyak orang berkumpul dirumah bude. Mereka melakukan tugasnya masing masing terlihat ayah sedang menata kasur,ada yang pasang tenda dan ada bude dengan empat tukang masak yang disewa oleh bude sedang memasak makanan didapur. Anak anakpun bercanda gurau bermain lari larian keluar masuk rumah. Suasana kebersamaan yang jarang sekali saya rasakan, berkumpul dengan keluarga besar paguyuban. Mulai terlihat saudara saudara dekat sudah berdatangan. Terobati kangen kami dengan pelukan dan bertanya kabar. Kedekatan itu terasa sekali.
Hari ketiga,
rombongan dari keluarga jakarta sudah sampai di Jogja. Mereka menempati kamar kamar yang sudah disediakan. Malam ini kami akan mengadakan acara santunan untuk orang orang yatim. Suasana sedikit berbeda dari hari sebelumnya yang masih terlihat satu dua orang keluarga saja. Hari ini hampir tiga puluh keluarga berkumpul disatu rumah😅. Alhamdulillah rumah bude sangat luas dan bisa menampung kami semua. Hiruk pikuk suara meramaikan rumah, suasana penuh dengan canda tawa.
Malampun tiba, waktunya kami untuk memulai acara karena tamu tamu sudah berdatangan memenuhi kursi tamu. Acara berubah menjadi hening dan khusuk ketika acara mulai dibuka dengan basmallah. Lantunan ayat Al qur'an terdengar begitu menyentuh kalbu. Terlihat wajah bahagia dari tamu undangan yang hadir. Sesekali saya bersapa dengam tamu undangan, banyak belajar dan harus selalu bersyukur jika mendengar kisah kisah perjuangan mereka. Semoga Allah berkahi acara santunan ini.
Hari keempat,
saya dan keluarga besar melakukan perjalanan ke pantai yang sangat indah di wonosari Jogjakarta , Pantai Indidari. Wonosari terkenal dengan banyak pantai yang indah dan pas buat berselfi😁. Kami menyewa 2 bis, Alhamdulillah semua bisa keangkut..hehe. Tidak bisa pilih tempat duduk ya karena siapa cepat dia dapat😅.
Kami rasakan keseruan saat diperjalanan, dimana ketika terpisah rombongan bis dan kami harus menunggu lama, tapi ternyata bis yang ditunggu malahan jalan duluan🤣. Anehnya malahan bis saya yang sampai duluan dipantai, karena pak supir lewatin jalan alternatif yang menguji andrenalin penumpang. Naik turun jalanan bergelombang, geyol kanan geyol kiri😆. Terlihat bude dan pakde yang sudah sepuh berpegangan kencang kursi depannya. Menikmati pemandangan dengan suasana menegangkan.
Mendekati pantai , rombongam bis saya banyak berpapasan dengan kendaraan yang keluar masuk area wisata pantai. Setelah adegan menegangkan kami masih harus bersabar karena setiap berpapasan dengan kendaran lain, harus berhenti salah satu dan menunggu antrian untuk jalan kedepan.lamaaaaaaaa dirasaaaa padahal rasa penasaran dengan pantai sudah tak bisa dibendung.😂. Tak selang berapa lama saya pun sampai dipantai tujuan, Pantai indidari. Masyaallah semilir angin berbisik ditelinga. Syurrrr...syurrrrr...😁. Tak sabar rasanya mau langsung meluncur dan main basah basahan dipantai.
Eittttttssss...bersambung dulu ya ceritanya sampai disini, berhubung sudah habis jadwal menulis dan harus siapkan menu buka puasa. Maklum dari pagi sudah pegang kbm duosholehah.🙏
Nantikan cerita seru saya naik perahu kano, dan keseruan laiinya ya..sabar ya sobattttt😘
#kmor2020
#30harimenulis
#harike12
#alazcreativ
#ummualaz