Berbicara soal pasar, tidak akan jauh kaitannya dengan belanja dan wanita. Mulai dari anak-anak, remaja ,ibu ibu sampai nenek nenek paling suka kalau diajak belanja kepasar. Ada beberapa pasar yang pernah saya singgahi, ada pasar tradisional, pasar dadakan, pasar modern. Oh ya ada satu lagi ni buat warga +62 atau jaman now, pasar Online.hehe🤩
Saya disini akan berbagi pengalaman keseruan saat belanja di pasar tradisional Ciputat😅
Dari rumah ke pasar tradisional ini sebenarnya tidak jauh, lumayan dekat karena bisa ditempuh dengan motor kurang lebih 10 menit jika tidak macet. Pernah juga mencoba dengan angkutan umum sekitar 20 menit perjalanan. Biasanya kalau saya naik angkutan umum, saya berhenti dibawah jembatan layang. Sudah bisa ditemui disekitaran tempat pemberhentian angkot ini, banyak kios kios permanen penjual emas, dan service jam tangan, serta kios alat alat dapur juga elektronik.
Disisi seberang jalan atau dekat pintu masuk utara berjejeran kios penjual bahan kain, penjual sprei, taplak meja dan aneka peralatan sekolah dan alat alat rumah tangga. Diantara kios kios itu ada satu bangunan bernama Plaza, dengan 3 lantai menjual anek barang seperti jilbab, gamis, khimar, tas, sepatu dll. Tapi saya baru menjelajah dilantai satu saja, soalnya sudah lumayan berkelilingnya didalam pasar, kalau harus naik sampai lantai 2 yang ada nanti bisa naik tak bisa turun.hehe. Berkeliling didalam pasar menurut saya juga sudah cukup seru. Apalagi waktu belum hafal peta lokasi pasar, lucu sekali sampai berkeliling alias muter muter berkali kali. ehhhh... ketemunya ya gang gang itu lagi. Mana yang dicari terkadang tidak kebeli malahan membeli belanjaan yang terkadang tidak sesuai dengan daftar belanjaan..hihihi..jangan diitiru ya sobatttt, emak emak satu ini suka hilang fokus dan khilaf😅
Untuk masuk kedalam pasar harus menyeberang jalan dari tempat pemberhentian angkot karena saya datang dari utara, dan bisa langsung masuk dari pintu terdekat yaitu pintu utara atau pintu barat.
Seperti kita tahu namanya pasar pasti jarang sepi pengunjung. Mulai dari parkiran motor yang berjejer seperti panjang rel kereta🤣, tanah yang masih becek becekan, dan kadang ada aroma tambahan dari sisa sisa sayuran yang menumpuk dipojokan😅, ditambah dengan pengunjung yang berdesak desakan. Sesuatu banget rasanya ya, muter muter bergandengan tangan dengan duo sholehah dan bawa barang belanjaan. Dengan gamis yang menjuntai mereka harus menarik keatas dengan kedua tangan.😁 sabar ya nak namanya juga dipasar tradisioanal...😁. Sesekali boleh ikut ummi kepasar, tapi besok besok dirumah saja ya nanti dioleh olehin kue pukis dan es cendol sukanya adik dan kakak..hihihi
Aneka macam buah buahan dipasar tradisional ini lengkap ya. Mulai dari buah musiman seperti durian, rambutan sampai buah yang tidak musiman pun banyak ditemui. Ada kios kiosnya juga didalam pasar ini. Ada yang sudah bangunan tetap ada yang bangunan semi permanen. Kios ikan segar dan daging sapi ada disebelah timur. Bisa masuk dari pintu timur, dan bisa dilihat berjejeran kios daging ayam, daging sapi dan ikan segar. Disisi luarnya juga berjejer pedagang bunga dan buah buahan, bersebelahan dengan parkiran luar pasar. Dibagian tengah pasar bisa kita temui berbagai macam pedagang yang menjual sayuran buncis, sawi, tomat kentang, bayam, cabai. Ada juga penjual bumbu dapur yang dihaluskan, yang memudahkan emak emak buat ungkepin ayam tinggal balur balur saja😁.
Dari pintu barat saya bisa menjumpai aneka makanan snack ringan dan penggilingan. Buat ibu ibu yang hobi makan bakso,somay, batagor, empek empek dan teman temannya, heheh bisa menggilingkan dagingnya ditempat ini. Sebelum pintu masuk juga banyak pedagang yang menjual buah buahan segar. Padah bulan ramadhan seperti ini, biasanya dibahu jalanan ada pedagang dadakan yang menjual aneka macam kue ta'jil. Lengkap pokoknya ya tinggal pilih dan bungkus.hehehe. Masalah harga untuk dipasar ini lumayan murah ya apalagi kalau membelinya ditempat yang sudah berlangganan. Dengan harga tukang sayur disamping rumah masih ada selisih ya walaupun tidak banyak. Tapi tetep suka aja kalau kepasar walau harus mengorbankan waktu dan tenaga. Sekalian untuk refresing buat ibu ibu yang seharian padat rutinitas.😁
Sebenarnya masih banyak yang mau diceritakan, tapi cukup sekian dulu ya sobat, insyaallah sambung lagi. Monggo silahkan yang mau menambahkan atau berbagi pengalaman serunya dipasar tradisional.🤗
#kmor2020
#30harimenulis
#harike14
#alazcreative