Terlintas dalam ingatanku, baru kemaren sore saat anak anak kuberitahu bahwa tahun ini kita tidak mudik dulu.
"Gak papa ummi, yang penting kan kita disini bareng bareng, sama ayah sama adik juga" kakak berusaha menenangkan aku yang mulai terlihat cemas.
#Part2
Masyaallah, hatiku mulai luluh mendengar ucapan kakak. Bukan kali ini saja kakak berusaha menenangkan aku. Air mata serasa menetes tapi aku tahan. Aku berusaha tenang dihadapan mereka. Kadang aku merasa belum bisa memberikan yang terbaik untuk mereka. Tapi bagi mereka itu bukan persoalannya. Perhatianku lah yang mereka butuhkan. Inilah salah satu alasan kenapa aku memilih untuk menjadi seperti sekarang ini. Impian masa muda sudah bukan prioritas untukku. Meski terkadang terbesit untuk bisa lari dan meraih mimpi itu. Sudahlah..aku harus banyak belajar dari kedua putriku. Mereka saja dengan mudah bisa menerima keadaan yang sulit. Bagaimana dengan aku??? Aku berjanji dengan diriku sendiri akan menjadi lebih baik untuk mereka, aku tak akan menyia- nyiakan waktu bersama mereka. Aku sudah mengubur dalam-dalam mimpi itu. Aku yakin suatu saat nanti, aku akan mendapatkan mimpi yang lebih indah. Belaian, usapan dan pelukan sayang, itulah yang selalu anak anak rindukan sampai kapanpun.
Sore itu langitpun menangis. Allah turunkan rahmatnya melalui hujan yang deras. Udara semakin terasa dingin. Irama air yang menetes seolah mewakili suasana hatiku saat itu. Tak akan kulewatkan moment ini, aku pun panggil duo sholehah.
" Nak sini dekat ummi" kupeluk kakak dan adik yang duduk disebalahku.
"Alhamdulillah turun hujan nak".
Spontan tanpa aba aba merekapun langsung berucap
"Allahumma shoyyiban nafi-an". Kakak dan adik langsung mengangkat kedua tangannya. Sebenarnya tidak heran mereka seperti itu, karena setiap turun hujan mereka akan melakukan hal seperti itu lagi.
Yang membuat aku penasaran, apa ya doa kakak dan adik kali ini??
#Part3
"Aamiin, Aamiin ya Allah". Suara lirih berbisik mengiringi irama hujan. Jari-jari mungilnya menempel erat dengan muka polosnya. Berjuta harapan dan doa mereka sampaikan kepada Rabbnya. Kutarik napas panjang dan pejamkan kedua mataku " Ya Allah kabulkanlah doa kedua putriku, berkahilah mereka jadikan anak anak yang sholehah". Dengan rasa penasaran aku pun mulai mendekati mereka.
" kalau boleh ummi tau kakak sama adik berdoa apa? Khusuk sekali berdoanya".
"Ahhh malu ummi, kasih tau gak ya?adik dulu aja." Kakak tersipu malu menundukkan kepalanya kelantai.
" ahhh..kakak dulu ummi" . Adik pun melenturkan badannya kelantai.
" Aku bisikkin aja ya ummi" adik mendekatiku dan mulai berbisik. Suara kecilnya berdesis ditelingaku membuatku merinding. Masyaallah.. anak-anak ini selalu ada saja kelucuannya. Baru saja cemasku sirna, mereka hiasi lagi dengan canda tawa. Membuat aku merasa bahagia didekat mereka.
" Aku ditulis saja dikertas ya ummi" kakak menuliskan doanya dikertas.
Masyaallah dua anak yang sangat berbeda. Punya keunikan masing-masing yang menambah semakin penasaran umminya. 😅
#part4(kamis)
" ummi janji ya jangan bilang bilang kakak" kata adik
" iya tau dek, rahasia kan" kakak memberikan kertasnya padaku.
" Ya sudah kalau rahasia gakpapa, yang terpenting kakak dan adik serius berdoanya. Semoga doanya terkabul ya nak."
Duh anak kecil jaman sekarang ya ,sudah main rahasiaan. Umminya harus bisa maklumin ini. Kita hormati hak mereka. Agar timbul kepercayaan anak ke orang tua.
Kakak dan Adik lanjut bercerita saat ramadhan tahun kemaren. Sepertinya mereka rindu serindu-rindunya. Semua juga ingin pulkam, semua juga ingin kumpul keluarga, semua juga ingin liburan. Tapi untuk saat ini kita sabar dulu dengan #dirumah aja. Semoga pandemi lekas berakhir.
#Part5(jum'at)
Kakak dan adik mulai bersemangat untuk cerita pengalaman pulkam tahun kemaren. Aku pun senang walau hanya sekedar mengenang dengan cerita. Paling tidak rindu ini sedikit terobati.
"Ummi kalau pulkam aku sukanya pas buka bersama di masjid JI sama i'tikaf malamnya". Kakak berusaha mengingat.
" iya seru tau, ramai ya naik turun tangga". Azlin tak mau ketinggalan bercerita juga.
" Iya nak, ummi jadi kangen ". Kutarik napas pelan
" apalagi pas menginap di masjid, aku suka bawa bantal yang bulat sama guling kecil..hehe" kata kakak
" aku seneng juga kak, boleh ambil es lilin dikulkas..ehmmmm enakkk. Kata Adik
" kakak juga suka sama es buahnya.ehmmmm..lezattt"
" yeeeayy..makanan semua ni yang diingatnya..hehe".aku pun menggoda kakak dan Adik
"Assalamualaikum.."
"Yeaay ayah pulang, ayah bisa buka bareng kan yah?" Tanya Adik.
" Iya dik, tapi Ayah mandi dulu ya, kehujanan ni ayah"
"Ya Allah ini sudah mau magrib ya? jangan jangan ummi lupa belum masak buat buka..gimana donk? Mana hujan lagi diluar, kalau beli juga repot" Aku pun tersadar dan lekas beranjak kedapur. Terbawa suasana hati dan kelewat seru bercerita sampai lupa.he
" gimana ummi ada makanan buka tidak?
#Part 6(sabtu)
Kulangkahkan kaki secepat kilat, kubuka pintu kulkas melihat bahan makanan. Lah kok sepi tidak ada makanan. Hanya ada kurma dan buah semangaka. Sisi kanan air putih dingin. Ya Allah kenapa bisa begini? Perlahan kubuka pintu frezer. Semoga masih ada yang bisa diolah. Oh harapan satu satunya fikirku.Terlihat seperti ada sesuatu. Aku pun bersemangat membukanya. Ehmmm..Alhamdulillah masih ada ayam ungkep. Terimakasih ya Allah kau masih berikan rizki pada kami. Kadang yang namanya rejeki bagiku tak selalu harus pemberian orang lain. Nemu uang disaku saat mau jemur cucian juga rejeki bagiku. Meskipun uang sendiri yang nyelip di kantong baju dari tahun kapan gitu 🤣🤣.
Kulihat jarum jam pukul 17.30. Wuihhh..jurus sicepat emak-emak harus dikeluarkan. Wajan mana wajan ni, minyak tuang dulu. Eh hampir lupa nyalain kompor. Sreng..sreng. Bolak balik ayamnya dech kayak lagi ngepel lantai aja. Padahal semakin dibolak balik semakin lama matangnya. Biarlah ya, inilah yang bisa bikin tenang biarkelihatan sibuknya.
Kakak dan adik membatuku siapkan kurma dan Potong buah semangka.
"Ummi mau teh anget dong" pinta adik dari ruang tamu
"Asssiapppp, sepertinya butuh waktu 5 menit lagi ni".
Sambil menunggu ayam matang aku siapin sambalnya. Uleg-uleg yuk diuleg. Lumayan lah ini ma sekalian olahraga. Semua badan harus multitasking. Seru nya emak emak memasak dengan bahan seadanya dan waktu semepetnya.
"Ummiiii, 2 menit lagi kata Ayah". Kakak menyusulku didapur.
"Masyaallah cepat sekali, perasaan tadi kurang 5 menit dech kak" . Ambil piring, aduk aduk teh, ayam sudah siap.
"yuk kak bawa kedepan". Semuanya sudah siap.
" Maaf ya semuanya, ummi keasyikan cerita pulkam jadi kelupaan buat persiapan berbuka hari ini.
" Alhamdulillah belum telat kan ya".
Adzan berkumandang. Kami buka bersama dengan menu sederhana yang masyaallah nikmatnya. Hujan pun menjadi saksi kebersamaan kita. Suasana hati yang bahagia dan ikhlas akan menambah nikmatnya berbuka.
#Part 7 ( ahad)
Alhamdulillah sampai juga dipenghujung ramadhan. Sedih bercampur gembira terasa. Ku bersujud tak henti memohon kepadaMu. Rasanya baru kemaren berpuasa. Ramadhan sudah akan berlalu. Ya Allah semoga Amal ibadahku dan keluargaku engkau terima.
Suara takbir menggema dimana mana. Terdengar jelas dari masjid samping rumah, mushola belakang rumah. Teringat tahun kemaren masih bisa sungkem dengan mertua di kampung. Malam harinya biasanya kami siap siapkan makanan, setlika baju dan mukena untuk sholat ied. Berkeliling malam di alun alun. Rindu sekali rasanya. Paling bahagia anak anak jika pulkam. Selain melepas rindu dengan embah, disana banyak saudara dari kakak iparku. Agenda wajib itu membuat tenda berkemah didepan rumah . Segala bantal guling dan selimut di bawa dan mereka tidur disana. 1 syawalnya kami biasanya sholat ied dilapangan Joyo. Tidak jauh dari rumah jadi kita seru- seruan pawai dengan motor. Nah setelah itu sungkeman dulu dirumah baru keliling ke tetangga. Anak -anak bersemangat sekali meskipun kita pendatang ya. Bertemu hanya satu tahun sekali dengan tetangga.
"Terimakasih, terimakasih" tak hentinya kakak dan adik berucap dan langsung memasukkan lembaran berwarna biru dan merah kekantong.😆Masyaallah kebahagiaan sendiri buat anak-anak dihari lebaran. Kalau bagiku melihat mereka bahagia saja sudah lebih dari cukup.
"Ummi ayuk tarawih dulu". Ajak kakak
"Lah kok Ummi mau tarawih, kakak kan bercanda
Hehe. Ummi ngelamun ya tadi. Iyan kan? "
"Astagfirullahhaladzim, Ummi keinget kampung lagi nak"
" ayuk kita siap -siap buat sholat ied besok pagi, meski # dirumahaja, kita juga harus rapi dan bersih. Karena bersih adalah sebagian dari apa nak???
"Imannnnn.." jawab kakak dan adik dengan antusias.
Alhamdulillah kebahagian tersendiri ramadhan tahun ini insyaallah kakak puasa full dan Adik juga full magrib hanya saja bolong 1 kali saat sakit leher. Insyaallah berproses, bukan hasilnya tapi lebih ke proses berlatihnya untuk mengkondisikan nafsu ego nya.😘
"Taqoballahu Minna Wa Minkum, Shiyaamana wa shiyaamakum" " Mohon maaf lahir dan batin dari kami sekeluarga kepada sobat pembaca dan semuanya"
"Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahilhamd.
-The End-
#kmor2020
#30harimenulis
#ramadhanhariterakhir
