Sunday, May 10, 2020

Bebas atau Takwa

Manusia adalah hamba Allah SWT yang  sangat dimuliakan. Bagaimana tidak? Manusia diciptakan dengan kelebihan akal, yang tidak dimiliki oleh makluk Ciptaan Allah SWT laiinya dimuka bumi ini. Dengan akal  manusia akan dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk.

Manusia akan menggunakan akalnya untuk berfikir,  kapan harus memenuhi dirinya akan kebutuhan jasmani seperti makan, minum, tidur, dan kebutuhan naluri yaitu ghorizah baqa(mempertahankan diri), garizah nau(melangsungkan keturunan) dan ghorizah taddayun(naluri beragama).


Lalu untuk apa manusia diciptakan?

Pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Dari firman Allah diatas dapat kita pahami bahwasanya Manusia diciptakan untuk menghamba kepada penciptaNYA. Adanya bumi dan seisinya termasuk manusia diciptakan Oleh Allah SWT sebagai bukti akan kebesaran Allah SWT. Hidup untuk beribadah kepada  Allah  SWT dan Akan kembali kepada Allah SWT.


Jadi Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menghindar dari Aturan Allah SWT, dengan bebas semaunya dalam bertindak. Manusia diciptakan dengan seperangkat aturannya. Aturan itu sudah jelas ada didalam Al Qur'an dan Sunnah. Akan ada hari dimana manusia mempertanggung jawabkan perbuatan baik dan buruknya  selama didunia. Kewajiban kita adalah mengikuti aturan sesuai dengan syariat Allah, agar terhindar dari dosa dan siksa api neraka.

#kmor2020
#30harimenulis
#harike17
#alazcreative
#ummualaz



 
back to top