Tuesday, May 19, 2020

Berjuta Rasa Bersama Kalian

Langit hari ini nampak mendung nan gelap. Sepertinya hujan akan turun sore ini. Semilir angin menusuk hingga menembus jendela tempat aku bersandar. Kutatap langit nan jauh, tampak cahaya kilat nan cepat. Suara gemuruh petir mulai berbisik ditelingaku. Kulihat kedalam, anak anak sedang sibuk dengan sepedanya. Berlari kesana kemari dilorong rumah yang begitu kecil dan penuh barang. Tapi bagi mereka ,itu lah dunianya. Mereka tetap asyik dan berkreasi dengan alat apa saja. Berusaha berdamai dengan keadaan, meski ku tahu itu amatlah sulit. Sudah dua bulan lebih mereka harus #staydirumahaja. Bagiku ini bukan waktu yang singkat.Tak berhenti kuucap syukur, Allah SWT karuniai aku dua sholehah dengan segala kelebihannya. Jangan salah, aku tak memandang kelebihan itu sesuatu yang bisa dinilai dengan harta, piala atau bahkan nilai-nilainya. Bagiku kelebihannya adalah ketika dia bisa bersabar dan ikhlas saat melihat teman-temannya mempunyai kelebihan yang dia sendiri tidak punya.

Terlintas dalam ingatanku, baru kemaren sore saat anak anak kuberitahu bahwa tahun ini kita tidak mudik dulu.

"Gak papa ummi, yang penting kan kita disini bareng bareng, sama ayah sama adik juga" kakak berusaha menenangkan aku yang mulai terlihat cemas.



#Part2
       Masyaallah, hatiku mulai luluh mendengar ucapan kakak. Bukan kali ini saja kakak berusaha menenangkan aku. Air mata serasa menetes tapi aku tahan. Aku berusaha tenang dihadapan mereka. Kadang aku merasa belum bisa memberikan yang terbaik untuk mereka. Tapi bagi mereka itu bukan persoalannya. Perhatianku lah yang mereka butuhkan. Inilah salah satu alasan kenapa aku memilih untuk menjadi seperti sekarang ini. Impian masa muda sudah bukan prioritas untukku. Meski terkadang terbesit untuk bisa lari dan meraih mimpi itu. Sudahlah..aku harus banyak belajar dari kedua putriku. Mereka saja dengan mudah bisa menerima keadaan yang sulit. Bagaimana dengan aku??? Aku berjanji dengan diriku sendiri akan menjadi lebih baik untuk mereka, aku tak akan menyia- nyiakan waktu bersama mereka. Aku sudah mengubur dalam-dalam mimpi itu. Aku yakin suatu saat nanti, aku akan mendapatkan mimpi yang lebih indah. Belaian, usapan dan pelukan sayang, itulah yang selalu anak anak rindukan sampai kapanpun.

Sore itu langitpun menangis. Allah turunkan rahmatnya melalui hujan yang deras. Udara semakin terasa dingin. Irama air yang menetes  seolah mewakili suasana hatiku saat itu. Tak akan kulewatkan moment ini, aku pun panggil duo sholehah.

" Nak sini dekat ummi" kupeluk kakak dan adik yang duduk disebalahku.
"Alhamdulillah turun hujan nak".

Spontan tanpa aba aba merekapun langsung berucap
"Allahumma shoyyiban nafi-an". Kakak dan adik langsung mengangkat kedua tangannya. Sebenarnya tidak heran mereka seperti itu, karena setiap turun hujan mereka akan melakukan hal seperti itu lagi.
Yang membuat aku penasaran, apa ya doa kakak dan adik kali ini??


#Part3

"Aamiin, Aamiin ya Allah". Suara lirih berbisik mengiringi irama hujan. Jari-jari mungilnya menempel erat dengan muka polosnya. Berjuta harapan dan doa mereka sampaikan kepada Rabbnya. Kutarik napas panjang dan pejamkan kedua mataku " Ya Allah kabulkanlah doa kedua putriku, berkahilah mereka jadikan anak anak yang sholehah".  Dengan rasa penasaran aku pun mulai mendekati mereka.

" kalau boleh ummi tau kakak sama adik berdoa apa? Khusuk sekali berdoanya".
"Ahhh malu ummi, kasih tau gak ya?adik dulu aja." Kakak tersipu malu menundukkan kepalanya kelantai.
" ahhh..kakak dulu ummi" . Adik pun melenturkan badannya kelantai.
"  Aku bisikkin aja ya ummi" adik mendekatiku dan mulai berbisik. Suara kecilnya berdesis ditelingaku membuatku merinding. Masyaallah.. anak-anak ini selalu ada saja kelucuannya. Baru saja cemasku sirna, mereka hiasi lagi dengan canda tawa. Membuat aku merasa bahagia didekat mereka.
" Aku ditulis saja dikertas ya ummi" kakak menuliskan doanya dikertas.

Masyaallah dua anak yang sangat berbeda. Punya keunikan masing-masing yang menambah semakin penasaran umminya. 😅


#part4(kamis)

" ummi janji ya jangan bilang bilang kakak" kata adik
" iya tau dek, rahasia kan" kakak memberikan kertasnya padaku.
" Ya sudah kalau rahasia gakpapa, yang terpenting kakak dan adik serius berdoanya. Semoga doanya terkabul ya nak."

Duh anak kecil jaman sekarang ya ,sudah main rahasiaan. Umminya harus bisa maklumin ini. Kita hormati hak mereka. Agar timbul kepercayaan anak ke orang tua.

Kakak dan Adik lanjut bercerita saat ramadhan tahun kemaren. Sepertinya mereka rindu serindu-rindunya. Semua juga ingin pulkam, semua juga ingin kumpul keluarga, semua juga ingin liburan. Tapi  untuk saat ini kita sabar dulu dengan #dirumah aja. Semoga pandemi lekas berakhir.

#Part5(jum'at)

Kakak dan adik mulai bersemangat untuk cerita pengalaman pulkam tahun kemaren. Aku pun senang walau hanya sekedar mengenang dengan cerita. Paling tidak rindu ini sedikit terobati.

"Ummi kalau pulkam aku sukanya pas buka bersama di masjid JI sama i'tikaf malamnya". Kakak berusaha mengingat.
" iya seru tau, ramai ya naik turun tangga". Azlin tak mau ketinggalan bercerita juga.
" Iya nak, ummi jadi kangen ". Kutarik napas pelan
" apalagi pas menginap di masjid, aku suka bawa bantal yang bulat sama guling kecil..hehe" kata kakak
" aku seneng juga kak, boleh ambil es lilin dikulkas..ehmmmm enakkk. Kata Adik
" kakak juga suka sama es buahnya.ehmmmm..lezattt"
" yeeeayy..makanan semua ni yang diingatnya..hehe".aku pun menggoda kakak dan Adik

"Assalamualaikum.."

"Yeaay ayah pulang, ayah bisa buka bareng kan yah?" Tanya Adik.
" Iya dik, tapi Ayah mandi dulu ya, kehujanan ni ayah"

"Ya Allah ini sudah mau magrib ya? jangan  jangan ummi lupa belum masak buat buka..gimana donk? Mana hujan lagi diluar, kalau beli juga repot" Aku pun tersadar dan lekas beranjak kedapur. Terbawa suasana hati dan kelewat seru bercerita sampai lupa.he

" gimana ummi ada makanan buka tidak?



#Part 6(sabtu)

Kulangkahkan kaki secepat kilat, kubuka pintu kulkas melihat bahan makanan. Lah kok sepi tidak ada makanan. Hanya ada kurma dan buah semangaka. Sisi kanan air putih dingin. Ya Allah kenapa bisa begini? Perlahan kubuka pintu frezer. Semoga masih ada yang bisa diolah. Oh harapan satu satunya fikirku.Terlihat seperti ada sesuatu. Aku pun bersemangat membukanya. Ehmmm..Alhamdulillah masih ada ayam ungkep. Terimakasih ya Allah kau masih berikan rizki pada kami. Kadang yang namanya rejeki bagiku tak selalu harus pemberian orang lain. Nemu uang disaku saat mau jemur cucian juga rejeki bagiku. Meskipun uang sendiri yang nyelip di kantong baju dari tahun kapan gitu 🤣🤣.

Kulihat jarum jam pukul 17.30. Wuihhh..jurus sicepat emak-emak harus dikeluarkan. Wajan mana wajan ni, minyak tuang dulu. Eh hampir lupa nyalain kompor. Sreng..sreng. Bolak balik ayamnya dech kayak lagi ngepel lantai aja. Padahal semakin dibolak balik semakin lama matangnya. Biarlah ya,  inilah yang bisa bikin tenang biarkelihatan sibuknya.

Kakak dan adik membatuku siapkan kurma dan Potong buah semangka.
"Ummi mau teh anget dong" pinta adik dari ruang tamu
"Asssiapppp, sepertinya butuh waktu 5 menit lagi ni".

Sambil menunggu ayam matang aku siapin sambalnya. Uleg-uleg yuk diuleg. Lumayan lah ini ma sekalian olahraga. Semua badan harus multitasking. Seru nya emak emak memasak dengan bahan seadanya dan waktu semepetnya.

"Ummiiii, 2 menit lagi kata Ayah". Kakak menyusulku didapur.
"Masyaallah cepat sekali, perasaan tadi kurang 5 menit dech kak" . Ambil piring, aduk aduk teh, ayam sudah siap.

"yuk kak bawa kedepan". Semuanya sudah siap.
" Maaf ya semuanya, ummi keasyikan cerita pulkam jadi kelupaan buat persiapan berbuka hari ini.
"  Alhamdulillah belum telat kan ya".

Adzan berkumandang. Kami buka bersama dengan menu sederhana yang masyaallah nikmatnya. Hujan pun menjadi saksi kebersamaan kita. Suasana hati yang bahagia dan ikhlas akan menambah nikmatnya berbuka.

#Part 7 ( ahad)

Alhamdulillah sampai juga dipenghujung ramadhan. Sedih bercampur gembira terasa. Ku bersujud tak henti memohon kepadaMu. Rasanya baru kemaren berpuasa. Ramadhan sudah akan berlalu. Ya Allah semoga Amal ibadahku dan keluargaku engkau terima.

Suara takbir menggema dimana mana. Terdengar jelas dari masjid samping rumah, mushola belakang rumah. Teringat tahun kemaren masih bisa sungkem dengan mertua di kampung. Malam harinya biasanya kami siap siapkan makanan, setlika baju dan mukena untuk sholat ied. Berkeliling malam di alun alun. Rindu sekali rasanya. Paling bahagia anak anak jika pulkam. Selain melepas rindu dengan embah, disana banyak saudara dari kakak iparku. Agenda wajib itu membuat tenda berkemah didepan rumah . Segala bantal guling dan selimut di bawa dan mereka tidur disana. 1 syawalnya kami biasanya sholat ied dilapangan Joyo. Tidak jauh dari rumah jadi kita seru- seruan pawai dengan motor. Nah setelah itu sungkeman dulu dirumah baru keliling ke tetangga. Anak -anak bersemangat sekali meskipun kita pendatang ya. Bertemu hanya satu tahun sekali dengan tetangga.

"Terimakasih, terimakasih" tak hentinya kakak dan adik berucap dan langsung memasukkan lembaran berwarna biru dan merah kekantong.😆Masyaallah kebahagiaan sendiri buat anak-anak dihari lebaran. Kalau bagiku melihat mereka bahagia saja sudah lebih dari cukup.

"Ummi ayuk tarawih dulu". Ajak kakak
"Lah kok Ummi mau tarawih, kakak kan bercanda
Hehe. Ummi ngelamun ya tadi. Iyan kan? "
"Astagfirullahhaladzim, Ummi keinget kampung lagi nak"
" ayuk kita siap -siap buat sholat ied besok pagi, meski # dirumahaja, kita juga harus rapi dan bersih. Karena bersih adalah sebagian dari apa nak???

"Imannnnn.." jawab kakak dan adik dengan antusias.

Alhamdulillah kebahagian tersendiri ramadhan tahun ini insyaallah kakak puasa full dan Adik juga full magrib hanya saja bolong 1 kali saat sakit leher. Insyaallah berproses, bukan hasilnya tapi lebih ke proses berlatihnya untuk mengkondisikan nafsu ego nya.😘

"Taqoballahu Minna Wa Minkum, Shiyaamana wa shiyaamakum" " Mohon maaf lahir dan batin dari kami sekeluarga kepada sobat pembaca dan semuanya"

"Allaahu akbar  Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahilhamd.

-The End-

#kmor2020
#30harimenulis
#ramadhanhariterakhir















Monday, May 11, 2020

Gawai oh Gawai

           Dalam masa pandemi seperti  sekarang ini, mendadak gawai menjadi barang yang paling diprioritaskan. Bagaimana tidak? Mulai dari bekerja, kuliah, sekolah, belanja, semua dari rumah. Yang menjadi kendala ketika tiba tiba kuota habis dan tidak bisa setoran tugas-tugas, tidak bisa telpon, sms.😭 Ditambah 1 gawai itu harus dipakai untuk daring anak pertama,anak kedua, ketiga dan seterusnya dengan jam yang bersamaan. Belum lagi dalam waktu yang sama sang Ummi juga harus daring mengikuti kelas wajib. Ini lah yang namanya ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan. Kenyataan itu sesuatu banget ya sobat. Tidak bisa ditebak.😁.

Haruskah marah, kecewa, sedih, atau menangis???


#Part2

Astagfirullah..aku duduk sambil memegang kepalaku. Entah gawai aku taruh dimana. Rasanya mata ini sudah kunang-kunang. Napasku mulai berat. Keringat dingin mulai membasahi bajuku. Aku hanya mendengar pesan wa beberapaka kali masuk. Sesekali aku melihat anak -anak sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing diruang depan. Kepalaku rasanya seperti ditindih batu besar. Aku berfikir mau minta tolong kesiapa?.


#Part3

"Ummiii...ummmiii...aku mau setoran".suara kakak dari ruang depan.
"Aku juga ummi...adek dulu kakak, kakak ngalah donk".bela adik
" kakak kan yang bilang dulu, adek habis kakaklah berarti".

Kudengar anak anak masih ramai berebut mau setoran hafalan Al Qur'an nya. Terdengar kakak dan adik mulai mencari-cari gawai mana gawai ummi ya.  Ya Allah gimana ini badanku rasanya masih berat untuk bangun. Mereka kan juga butuh aku untuk menyimak. Aku berusaha tarik napas dalam -dalam. Aku ingat ingat lagi kenapa ya kepala rasanya berat, mata kunang-kunang dan badan sakit semua. Gak biasanya aku seperti ini. Pas banget ayah anak anak juga sudah berangkat kerja pagi-pagi. Ya Allah..gimana ini?


#Part4
Aku pun berusaha bangun dari lantai tempat dudukku, untuk menghampiri anak anak. Kaki ini berusaha keras untuk bisa  gerakkan badanku. Tiba tiba pandanganku tertuju pada kalender yang menempel didinding tak jauh dari tempat dudukku. Kutarik nafas dalam dan sedikit lega, setelah melihat tanda pengingat yang melingkar di tanggal 16. Ya Allah...ternyata hari ini biasanya aku sudah kedatangan tamu bulanan 😁. Pantas saja badan terasa sakit sampai kekepala. Aku mulai meyakinkan diri kalau aku harus kuat dan lawan rasa sakit ini. Karena aku tau, memang setiap bulannya gejalanya sama saja. Hanya saja bulan ini agenda padat merayap dari pagi sampe mau pagi lagi😅, sampai terkadang tidak tau hari atau tanggal.

"Ummi mana gawai ummi", kakak mencari dan mendekat ke arahku.

Belum aku berkata kata. Tiba tiba kakak berteriak.


Part5
Astagfirullah ummi, ummi kenapa kok keringat dingin.
"Ummi sakit ya?"
"Enggak apa apa, ummi insyaallah sudah mendingan nak".
"Ummi baru ingat kalau mau datang tamu bulananan, kan biasanya ummi begini."

Kakak berusaha memelukku. Kakak memang anaknya sensitif. Paling gak bisa kalau melihat umminya kesakitan atau menangis. Alhamdulillah tak berhenti aku bersyukur kepada Illahi. Kakak dan adik selalu perhatian denganku. Mendengar kakak menangis, adik segera berlari menghampiriku dan kakak.

"Ummi kenapa kak, jangan sakit ya ummi". Adik mendekatiku dan duduk disampingku.
"Adik sih sukanya berisik, jadi ummi pusing kan ?".kakak mulai menggoda adik dan sesekali memandang adik.
"Enggak sih...enggak kan mi?".bela adik
"Ummi kakaknya tuhhhh..tadi tidak mau ngalah sama aku, aku kan mau setoran dulu. Kata adik
"Bukan mi, yang benar kakak dulu yang tadi panggil ummi".
" kakak kan bilang dulu dek,  ummi pinjam gawai ya?, ehhh malah adik ngikutin mi."

"Sudah sudah gak baik kalian seperti itu".
"Inget apa pesan ummi dan ayah?"


Part 6

" kalian tidak boleh saling berebut apalagi berantem ya, itu gak baik nak".
"Kakak harus sayang ma adeknya
, adek juga harus menghormati kakak yang lebih tua dari adek ya!"
" sekarang kalian salaman saling memaafkan". Aku menyatukan tangan adek dan kakak sambil tersenyum.

Kakak dan adekpun bersalaman dan saling memaafkan.

"maaf ya ummi, kita gak tau kalau ummi lagi kesakitan disini". Kata kakak


#Part7

"Iya gakpapa kak, Alhamdulillah ini agak baikan."aku berusaha berdiri dibantu kakak dan adik
"Ayo ummi aku bantu."kata kakak
"Iya terimakasih kakak adik, ummi duduk disitu saja". Aku menunjuk kursi diruang tamu
" Sekarang kalian setoran dulu ya, kakak dulu baru adek ya".
"Adik bersabar dulu ya soalnya kakak sudah hafal ayatnya langsung direkam aja sekarang."
"Iya ummi, aku mewarnai saja dulu."kata azlin
"Sekarang bantu ummi cari gawai nya ya ."
"Gawai oh Gawai dimana kau...?bunyi dong sayang." Kakak mencari disela sela kursi
"Aku tadi lihat dekat ummi kayaknya kak, pas ummi duduk dibawah." Adik berusaha mencari di dekat dinding

Kami pun masih disibukkan dengan mencari gawai. Aku melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 11.00. Anak -anak sudah lewat jam setoran ini ma.Ya allah dimana gawainya ya? Kami pun duduk terdiam dan tiba tiba "blep...blep..blep..."

"Yeayyyyy... Alhamdulillah ada Ummi ketemu ni gawainya." Kakak dan adik berlari kedalam kamar dan mencari darimana arah suara gawai.
"Aku dulu yang ambil kakak" kata adik memegang erat sekali gawainya.
"Ih adek inget kan, kata ummi kakak dulu yang setoran ya. "
"Jangan berebut lagi ,kasian ummi ntar sakit lagi gimana?"
"Ya udah ni kak, kakak dulu tapi jangan lama lama ya!" Adik pun memberikan gawainnya kepada kakak

Alhamdulillah Akhirnya Gawai pun ketemu dan Aku sudah mulai membaik. Sekarang waktunya mendampingi duo sholehah untuk setoran. Semangat ya nak..Allahuakbar..

The End

#kmor2020
#30 hari menulis









Sunday, May 10, 2020

Bebas atau Takwa

Manusia adalah hamba Allah SWT yang  sangat dimuliakan. Bagaimana tidak? Manusia diciptakan dengan kelebihan akal, yang tidak dimiliki oleh makluk Ciptaan Allah SWT laiinya dimuka bumi ini. Dengan akal  manusia akan dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk.

Manusia akan menggunakan akalnya untuk berfikir,  kapan harus memenuhi dirinya akan kebutuhan jasmani seperti makan, minum, tidur, dan kebutuhan naluri yaitu ghorizah baqa(mempertahankan diri), garizah nau(melangsungkan keturunan) dan ghorizah taddayun(naluri beragama).


Lalu untuk apa manusia diciptakan?

Pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Dari firman Allah diatas dapat kita pahami bahwasanya Manusia diciptakan untuk menghamba kepada penciptaNYA. Adanya bumi dan seisinya termasuk manusia diciptakan Oleh Allah SWT sebagai bukti akan kebesaran Allah SWT. Hidup untuk beribadah kepada  Allah  SWT dan Akan kembali kepada Allah SWT.


Jadi Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menghindar dari Aturan Allah SWT, dengan bebas semaunya dalam bertindak. Manusia diciptakan dengan seperangkat aturannya. Aturan itu sudah jelas ada didalam Al Qur'an dan Sunnah. Akan ada hari dimana manusia mempertanggung jawabkan perbuatan baik dan buruknya  selama didunia. Kewajiban kita adalah mengikuti aturan sesuai dengan syariat Allah, agar terhindar dari dosa dan siksa api neraka.

#kmor2020
#30harimenulis
#harike17
#alazcreative
#ummualaz



Saturday, May 9, 2020

Nuzulul Qur'an

Memasuki hari ke 16 Ramadhan artinya sebentar lagi kita akan memasuki malam Nuzulul Quran. Malam Nuzulul Quran sendiri biasanya diperingati tiap tanggal 17 Ramadhan.

      Sebenarnya tak banyak yang harus dipersiapkan, karena hari hari sebelumnya kami sekeluarga melaksanakan kegiatan amaliah yang Alhamdulillah rutin berjalan. Kalau saya pribadi, mungkin yang perlu dipersiapkan lagi adalah tenaga dan kondisi tubuh juga keistiqomahan. Terlalu banyak iklan jika sudah mulai malam malam akhir ramdhan☺

   Jangan sampai dimalam malam terakhir ramadhan ini, kita menyibukkan dengan hal lain yang kurang bermanfaat dan lupa untuk memperbanyak ibadah malam. Menjaga juga, jangan berkegiatan yang terlalu menguras tenaga dipagi atau saat menyiapkan menu buka. Bisa jadi karena kelelahan ditambah makan yang terlalu kenyang, dikhawatirkan rasa mengantuk yang akan datang.

   Mari kita sambut datangnya malam kemuliaan ini dengan memperbanyak kegiatan amaliah kita. Sholat malam, Tarawih, dzikir, tadarus  Al Qur'an, Murojaah hafalan dan amalan yang laiinya. Dibeberapa masjid sebelum ada wabah Covid 19,  biasanya ada i'tikaf. Selama i'tikaf kita bisa perbanyak membaca Al Quran atau dzikir lainnya.  Tetapi Ramadhan kali ini berbeda ya,  meski  harus #dirumahaja insyaallah tidak akan mengurangi pahala. Asalkan jangan dibawa kekasur ya sobat..harus tetap terjaga😁. Terus semangat ya sobat... ibadahnya jangan lupa.😍

#kmor2020
#30hari menulis
#hari ke16
#alazcreative
#ummualaz

Friday, May 8, 2020

Al Kahfi dulu jangan lupa di Hari Jum'at Berkah

Ramadhan hari ke15 ini bertepatan dengan hari jum'at. Banyak amalan yang bisa dilakukan untuk menambah pahala, terlebih dibulan ramadhan ini. Salah satunya dengan membaca surat Al Kahfi. Apakah harus dimalam jum' at atau dihari jum'at saja membacanya?

      Sebenarnya membaca Surat Al Kahfi tidak hanya baik dibaca pada hari Jumat saja melainkan setiap hari.
Akan tetapi, memang dianjurkan bahwa sebaiknya Surat Al Kahfi dibaca saat terbenamnya matahari di hari Kamis hingga terbenamnya matahari di hari selanjutnya yakni hari Jumat.

     Hal ini dijelaskan pula oleh seorang ulama. Dr. Muhammad Bakar Isma’il dalam kitab Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah menjelaskan bahwa salah satu amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca Surat Al Kahfi.(https://makassar.tribunnews.com)

     Al Kahfi adalah surat ke-18 dalam Al Quran. Surat ini terdiri dari 110 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyyah yang berarti penghuni penghuni gua.

    Dikutip dari tribunnewsbogor.com, Dikisahkan tujuh pemuda Ashabul Kahfi tersebut tertidur selama 309 tahun. Kisah ini terjadi sebelum zaman Nabi Muhammad SAW. Mereka bersembunyi di dalam gua untuk melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus. Menurut beberapa sejarawan Islam, ketujuh pemuda tersebut bernama Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus, dan Thamlika.
Ada pula seekor anjing bernama Kithmir, yang diyakini sebagai satu-satunya anjing yang masuk surga.

       Nah sobat, salah satu keutamaan membaca surat al kahfi adalah akan dihindarkan dari fitnah dajjal. Berikut dikutip dari detik.com. Berdasarkan Hadist Riwayat Muslim nomor 809, dari Abu Darda' radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

Arab: مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

Artinya: Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal (fitnah).

     Seperti kita ketahui Dajjal adalah fitnah terbesar akhir zaman. Karena itu, ketika Dajjal muncul nasib umat manusia akan menyedihkan. Khususnya kaum Muslim, kehadiran Dajjal sangat dikhawatirkan. Bukan hanya sebagai penanda datangnya hari kiamat, Dajjal juga akan membuat akidah terbolak-balik lewat fitnahnya. Mari kita terus perbanyak amalan kebaikan dibulan yang mulia dan penuh ampunan ini. Kita baca surat Al Kahfi dan menghafalkan minimal 10 ayat pertama ya sobat,  Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari fitnah Dajjal.

#kmor2020
#30harimenulis
#harike15
#alazcreative

Thursday, May 7, 2020

Menjelajah Seru Pasar Tradisional

Berbicara soal pasar, tidak akan jauh kaitannya dengan belanja dan wanita. Mulai dari anak-anak, remaja ,ibu ibu sampai nenek nenek paling suka kalau diajak belanja kepasar. Ada beberapa pasar yang pernah saya singgahi, ada pasar tradisional, pasar dadakan, pasar modern. Oh ya ada satu lagi ni buat warga +62 atau jaman now, pasar Online.hehe🤩

      Saya disini akan berbagi pengalaman keseruan saat belanja di pasar tradisional Ciputat😅

        Dari rumah ke pasar tradisional ini sebenarnya tidak jauh, lumayan dekat karena bisa ditempuh dengan motor kurang lebih 10 menit jika tidak macet. Pernah juga mencoba dengan angkutan umum sekitar 20 menit perjalanan. Biasanya kalau saya naik angkutan umum, saya berhenti dibawah jembatan layang. Sudah bisa ditemui disekitaran tempat pemberhentian angkot ini,  banyak kios kios  permanen penjual emas, dan service jam tangan, serta kios alat alat dapur juga elektronik.      

        Disisi seberang jalan atau dekat pintu masuk utara berjejeran kios penjual bahan kain, penjual sprei, taplak meja dan aneka peralatan sekolah dan alat alat rumah tangga. Diantara kios kios itu ada satu bangunan bernama Plaza,  dengan 3 lantai menjual anek barang seperti jilbab, gamis, khimar, tas, sepatu dll. Tapi saya baru menjelajah dilantai satu saja, soalnya sudah lumayan berkelilingnya didalam pasar, kalau harus naik sampai lantai 2 yang ada nanti bisa naik tak bisa turun.hehe. Berkeliling didalam pasar menurut saya juga sudah cukup seru. Apalagi waktu belum hafal peta lokasi pasar, lucu sekali sampai berkeliling alias muter muter berkali kali. ehhhh... ketemunya ya gang gang itu lagi. Mana yang dicari terkadang tidak kebeli malahan membeli belanjaan yang  terkadang tidak sesuai dengan daftar belanjaan..hihihi..jangan diitiru ya sobatttt, emak emak satu ini suka hilang fokus dan khilaf😅

        Untuk masuk kedalam pasar harus menyeberang jalan dari tempat pemberhentian angkot karena saya datang dari utara,  dan bisa langsung masuk dari pintu terdekat yaitu pintu utara atau pintu barat.

       Seperti kita tahu namanya pasar pasti jarang sepi pengunjung. Mulai dari parkiran motor yang berjejer seperti panjang rel kereta🤣, tanah yang masih becek becekan, dan kadang ada aroma tambahan dari sisa sisa sayuran yang menumpuk dipojokan😅, ditambah dengan pengunjung yang berdesak desakan. Sesuatu banget rasanya ya, muter muter bergandengan tangan dengan duo sholehah dan bawa barang belanjaan. Dengan gamis yang menjuntai mereka harus menarik keatas dengan kedua tangan.😁 sabar ya nak namanya juga dipasar tradisioanal...😁. Sesekali boleh ikut ummi kepasar, tapi besok besok dirumah saja ya nanti dioleh olehin kue pukis dan es cendol sukanya adik dan kakak..hihihi

       Aneka macam buah buahan dipasar tradisional ini lengkap ya. Mulai dari buah musiman seperti durian, rambutan sampai buah yang tidak musiman pun banyak ditemui. Ada kios kiosnya juga didalam pasar ini. Ada yang sudah bangunan tetap ada yang bangunan semi permanen. Kios ikan segar dan daging sapi ada disebelah timur. Bisa masuk dari pintu timur, dan bisa dilihat berjejeran kios daging ayam, daging sapi dan ikan segar. Disisi luarnya juga berjejer pedagang bunga dan buah buahan, bersebelahan dengan parkiran luar pasar. Dibagian tengah pasar bisa kita temui berbagai macam pedagang yang menjual sayuran buncis, sawi, tomat kentang, bayam, cabai. Ada juga penjual bumbu dapur yang dihaluskan, yang memudahkan emak emak buat ungkepin ayam tinggal balur balur saja😁.

     Dari pintu barat saya bisa menjumpai aneka makanan snack ringan dan penggilingan. Buat ibu ibu yang hobi makan bakso,somay, batagor, empek empek dan teman temannya, heheh bisa menggilingkan dagingnya ditempat ini. Sebelum pintu masuk juga banyak pedagang yang menjual buah buahan segar. Padah bulan ramadhan seperti ini, biasanya dibahu jalanan ada pedagang dadakan yang menjual aneka macam kue ta'jil. Lengkap pokoknya ya tinggal pilih dan bungkus.hehehe. Masalah harga untuk dipasar ini lumayan murah ya apalagi kalau membelinya ditempat yang sudah berlangganan. Dengan harga tukang sayur disamping rumah masih ada selisih ya walaupun tidak banyak. Tapi tetep suka aja kalau kepasar walau harus mengorbankan waktu dan tenaga. Sekalian untuk refresing buat ibu ibu yang seharian padat rutinitas.😁

      Sebenarnya masih banyak yang mau diceritakan, tapi cukup sekian dulu ya sobat, insyaallah sambung lagi. Monggo silahkan yang mau menambahkan atau berbagi pengalaman serunya dipasar tradisional.🤗

#kmor2020
#30harimenulis
#harike14
#alazcreative
 

Wednesday, May 6, 2020

Hikmah Covid 19 Meski Harus #dirumahaja

     Semenjak adanya  wabah covid 19 di Indonesia, pemerintah memberlakukan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB) wilayah, tentu ini sangat berdampak terhadap semua aspek kehidupan. Semua kegiatan berubah dari sebelumnya. Mulai dari sekolah, kuliah, bekerja dan beribadah dikerjakan dirumah.

       Bagi seorang ibu rumah tangga seperti saya ini, mungkin sudah terbiasa dengan pekerjaan rumahan yang tidak ada habisnya. Hampir setiap hari sebelum ada wabah covid 19, saya sudah menghabiskan waktu dengan rutinitas rumah. Tapi untuk sebagian ibu pekerja, tentu ini bukan hal yang mudah, disamping harus bekerja dirumah, sang ibu juga harus berperan sebagai pendamping anak anaknya saat pembelajaran online. Karena sebelumnya juga belum ada persiapan dan perencanaan, tentu ini jadi kendala tersendiri. Mendadak jadi guru, mendadak tugas sekolah banyak, mendadak pekerjaan rumah laiinya menumpuk dan semua itu harus terselesaikan.😭

        Melihat kondisi tersebut, sebagai seorang ibu saya harus mempunyai perencanaan yang matang. Mengingat peran seorang ibu sekarang ini, adalah pahlawan wanita garda terdepan dalam mendampingi anak anak dirumah.😍. Terlebih dibulan ramadhan ini, harus mulai menyusun jadwal kegiatan dari bangun sahur sampai ketemu sahur lagi.hehehe..semangat ya sobatt🤩

       Meski #dirumah aja kita harus tetap produktif ya sobat, seperti saya saat ini, alhamdulillah ada kesibukan tambahan untuk ikut kelas menulis #kmor2020. Meski masih pemula semangat aja, lanjuttttt terusssss 😁. Memang tak bisa dipungkiri kalau pekerjaan rumah saja, sebenarnya sudah menyita waktu dan membuat lelah jiwa dan raga. Ditambah harus ikut kelas menulis. Tapi saya tidak bisa berlari dengan kondisi sulit ini, marah atau kecewa. Sikap itu hanya akan membuat stres dan  imunitas tubuh kita akan menurun. Tidak mau kan jadi seperti itu sobat????

       Oleh karena itu, saat ini kita harus lebih banyak bersyukur dan tetap #dirumahaja ya sobat, agar mata rantai penularan  covid 19 terputus. Kita nikmati saja kebersamaan bersama keluarga kecil dengan melakukan hal hal kecil yang bermanfaat. Bisa jadi jika tidak ada wabah ini, biasanya kita jarang berkumpul dengan keluarga, bahkan hanya sebatas ngobrol saja jarang. Nah, sekarang waktunya untuk mengisi waktu #dirumah aja dengan sebaik baiknya. Bisa membuat mainan dari barang barang yang sudah tidak terpakai, mencoba resep masakan baru, menanam sayuran, pelihara ikan, dan jangan lupa sobat dirumah, harus meningkatkan amalan ibadah kita ya, murojaah tilawah, tarawih dan berdoa kepada Allah SWT. Semoga wabah covid 19 ini segera berakhir, agar  bisa kembali normal seperti sedia kala.aamiin.

#kmor2020
#30harimenulis
#harike13
#alazcreativ
 
back to top