Monday, May 11, 2020

Gawai oh Gawai

           Dalam masa pandemi seperti  sekarang ini, mendadak gawai menjadi barang yang paling diprioritaskan. Bagaimana tidak? Mulai dari bekerja, kuliah, sekolah, belanja, semua dari rumah. Yang menjadi kendala ketika tiba tiba kuota habis dan tidak bisa setoran tugas-tugas, tidak bisa telpon, sms.😭 Ditambah 1 gawai itu harus dipakai untuk daring anak pertama,anak kedua, ketiga dan seterusnya dengan jam yang bersamaan. Belum lagi dalam waktu yang sama sang Ummi juga harus daring mengikuti kelas wajib. Ini lah yang namanya ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan. Kenyataan itu sesuatu banget ya sobat. Tidak bisa ditebak.😁.

Haruskah marah, kecewa, sedih, atau menangis???


#Part2

Astagfirullah..aku duduk sambil memegang kepalaku. Entah gawai aku taruh dimana. Rasanya mata ini sudah kunang-kunang. Napasku mulai berat. Keringat dingin mulai membasahi bajuku. Aku hanya mendengar pesan wa beberapaka kali masuk. Sesekali aku melihat anak -anak sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing diruang depan. Kepalaku rasanya seperti ditindih batu besar. Aku berfikir mau minta tolong kesiapa?.


#Part3

"Ummiii...ummmiii...aku mau setoran".suara kakak dari ruang depan.
"Aku juga ummi...adek dulu kakak, kakak ngalah donk".bela adik
" kakak kan yang bilang dulu, adek habis kakaklah berarti".

Kudengar anak anak masih ramai berebut mau setoran hafalan Al Qur'an nya. Terdengar kakak dan adik mulai mencari-cari gawai mana gawai ummi ya.  Ya Allah gimana ini badanku rasanya masih berat untuk bangun. Mereka kan juga butuh aku untuk menyimak. Aku berusaha tarik napas dalam -dalam. Aku ingat ingat lagi kenapa ya kepala rasanya berat, mata kunang-kunang dan badan sakit semua. Gak biasanya aku seperti ini. Pas banget ayah anak anak juga sudah berangkat kerja pagi-pagi. Ya Allah..gimana ini?


#Part4
Aku pun berusaha bangun dari lantai tempat dudukku, untuk menghampiri anak anak. Kaki ini berusaha keras untuk bisa  gerakkan badanku. Tiba tiba pandanganku tertuju pada kalender yang menempel didinding tak jauh dari tempat dudukku. Kutarik nafas dalam dan sedikit lega, setelah melihat tanda pengingat yang melingkar di tanggal 16. Ya Allah...ternyata hari ini biasanya aku sudah kedatangan tamu bulanan 😁. Pantas saja badan terasa sakit sampai kekepala. Aku mulai meyakinkan diri kalau aku harus kuat dan lawan rasa sakit ini. Karena aku tau, memang setiap bulannya gejalanya sama saja. Hanya saja bulan ini agenda padat merayap dari pagi sampe mau pagi lagi😅, sampai terkadang tidak tau hari atau tanggal.

"Ummi mana gawai ummi", kakak mencari dan mendekat ke arahku.

Belum aku berkata kata. Tiba tiba kakak berteriak.


Part5
Astagfirullah ummi, ummi kenapa kok keringat dingin.
"Ummi sakit ya?"
"Enggak apa apa, ummi insyaallah sudah mendingan nak".
"Ummi baru ingat kalau mau datang tamu bulananan, kan biasanya ummi begini."

Kakak berusaha memelukku. Kakak memang anaknya sensitif. Paling gak bisa kalau melihat umminya kesakitan atau menangis. Alhamdulillah tak berhenti aku bersyukur kepada Illahi. Kakak dan adik selalu perhatian denganku. Mendengar kakak menangis, adik segera berlari menghampiriku dan kakak.

"Ummi kenapa kak, jangan sakit ya ummi". Adik mendekatiku dan duduk disampingku.
"Adik sih sukanya berisik, jadi ummi pusing kan ?".kakak mulai menggoda adik dan sesekali memandang adik.
"Enggak sih...enggak kan mi?".bela adik
"Ummi kakaknya tuhhhh..tadi tidak mau ngalah sama aku, aku kan mau setoran dulu. Kata adik
"Bukan mi, yang benar kakak dulu yang tadi panggil ummi".
" kakak kan bilang dulu dek,  ummi pinjam gawai ya?, ehhh malah adik ngikutin mi."

"Sudah sudah gak baik kalian seperti itu".
"Inget apa pesan ummi dan ayah?"


Part 6

" kalian tidak boleh saling berebut apalagi berantem ya, itu gak baik nak".
"Kakak harus sayang ma adeknya
, adek juga harus menghormati kakak yang lebih tua dari adek ya!"
" sekarang kalian salaman saling memaafkan". Aku menyatukan tangan adek dan kakak sambil tersenyum.

Kakak dan adekpun bersalaman dan saling memaafkan.

"maaf ya ummi, kita gak tau kalau ummi lagi kesakitan disini". Kata kakak


#Part7

"Iya gakpapa kak, Alhamdulillah ini agak baikan."aku berusaha berdiri dibantu kakak dan adik
"Ayo ummi aku bantu."kata kakak
"Iya terimakasih kakak adik, ummi duduk disitu saja". Aku menunjuk kursi diruang tamu
" Sekarang kalian setoran dulu ya, kakak dulu baru adek ya".
"Adik bersabar dulu ya soalnya kakak sudah hafal ayatnya langsung direkam aja sekarang."
"Iya ummi, aku mewarnai saja dulu."kata azlin
"Sekarang bantu ummi cari gawai nya ya ."
"Gawai oh Gawai dimana kau...?bunyi dong sayang." Kakak mencari disela sela kursi
"Aku tadi lihat dekat ummi kayaknya kak, pas ummi duduk dibawah." Adik berusaha mencari di dekat dinding

Kami pun masih disibukkan dengan mencari gawai. Aku melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 11.00. Anak -anak sudah lewat jam setoran ini ma.Ya allah dimana gawainya ya? Kami pun duduk terdiam dan tiba tiba "blep...blep..blep..."

"Yeayyyyy... Alhamdulillah ada Ummi ketemu ni gawainya." Kakak dan adik berlari kedalam kamar dan mencari darimana arah suara gawai.
"Aku dulu yang ambil kakak" kata adik memegang erat sekali gawainya.
"Ih adek inget kan, kata ummi kakak dulu yang setoran ya. "
"Jangan berebut lagi ,kasian ummi ntar sakit lagi gimana?"
"Ya udah ni kak, kakak dulu tapi jangan lama lama ya!" Adik pun memberikan gawainnya kepada kakak

Alhamdulillah Akhirnya Gawai pun ketemu dan Aku sudah mulai membaik. Sekarang waktunya mendampingi duo sholehah untuk setoran. Semangat ya nak..Allahuakbar..

The End

#kmor2020
#30 hari menulis









 
back to top